Beranda » Masyarakat Ibu Kota » 7 Tips Mendaftarkan Pernikahan di Kantor Catatan Sipil

7 Tips Mendaftarkan Pernikahan di Kantor Catatan Sipil

T Diposting oleh pada 30 September 2016
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 7773 kali

snl8n2nbjxiohbf8nofz

BiroJasaAbhimata.com – Salam jumpa kembali bersama kami di website biro jasa kependudukan. Birojasaabhimata.com senantiasa memberikan informasi menarik untuk Anda client kami yang telah setia mennggunakan jasa kami. Informasi atau artikel kami kali ini akan membahasa tentang Tips Mendaftar Pernikahan di Kantor Catatan Sipil.

Mayoritas pasangan yang akan menikah pasti pusing, banyak hal yang harus dipersiapkan dan sekalipun persiapan itu telah direncanakan sebaik mungkin. Akan selalu ada hal tak terduga yang muncul dan ini jelas menjadi beban pikiran bagi pasangan calon suami istri. Permasalahan yang paling umum sekaligus paling bikin tekanan darah menjadi rendah tiba-tiba adalah soal uang yang digunakan untuk pembiayaan berbagai keperluan. Mulai dari sewa gedung, pesan makanan di catering, sewa mobil pengantin, mendapatkan baju pengantin beserta riasan pengantin, hampir semuanya membutuhkan biaya yang cukup besar untuk menyelenggarakan pernikahan yang layak. Apalagi bila pasangan ini bukan tipe orang yang bersedia mengeluarkan tenaga sedikit lebih banyak untuk mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih miring sehingga menghemat pengeluaran.

Dari banyaknya pengeluaran yang direncanakan untuk penyelenggaraan pernikahan, banyak yang terlupa akan sebuah kebutuhan yang merupakan prosedur pencatatan di kantor catatan sipil mengenai resminya pasangan suami istri baru ini. Meski terbilang tak seberapa makan biaya untuk mendaftarkan pasangan suami istri baru ini di catatan sipil, namun tetap harus dianggarkan dari awal. Selain itu pasangan suami istri ini harus menyediakan beberapa foto kopi berkas penting yang menunjang kelengkapan pencatatan. Pendaftaran status baru di catatan sipil ini terbilang sangat penting karena merupakan pencatatan legalnya pernikahan yang sudah berlangsung. Apa saja yang harus dipersiapkan? Berikut tips-tips untuk mendaftarkan pernikahan ke kantor catatan sipil yang perlu diketahui.

1. Siapkan Materai

Materai merupakan salah satu instrumen yang penting dan sah untuk perjanjian banyak hal salah satunya adalah jual beli rumah dan pencatatan sipil. Pendaftaran pernikahan ini memerlukan materai yang dipasang di surat pernyataan belum nikah dari kelurahan yang menyatakan secara resmi dan terikat bahwa Anda sungguh-sungguh belum berstatus suami atau istri dari orang lain. Meskipun nilainya hanya Rp 6.000,00, materai ini sanggup mengesahkan pencatatan status perkawinan Anda secara legal di mata hukum.

Sebaiknya Anda selalu siapkan materai baik itu nominal Rp 3.000 maupun Rp 6.000 di dalam dompet Anda karena materai merupakan salah satu hal yang penting dan sering digunakan dalam berbagai bentuk perjanjian. Bahkan materai sendiri sudah berada di bawah naungan peraturan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1985 mengenai Bea Materai. Tak heran bila penggunaan materai dalam berbagai keperluan termasuk pencatatan status perkawinan menjadi bisa sah.

2. Foto Kopi Berkas

Untuk mengajukan pencatatan perkawinan, Anda perlu menyediakan beberapa berkas sebagai bentuk dokumentasi kantor catatan sipil mengenai status perkawinan Anda. Tidak terlalu rumit kok, biasanya berkas yang dibutuhkan untuk mencatatkan diri di kantor catatan sipil mengenai status perkawinan Anda adalah foto kopi kartu identitas berupa KTP dan foto kopi KK serta Akta Kelahiran Anda dan pasangan. Sebagai cadangan, akan lebih baik bila Anda memiliki salinan ini sebanyak dua hingga tiga berkas yang ada di rumah. Terutama di Indonesia, berkas-berkas seperti ini kerap kali digunakan untuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan birokrasi negara.

Kantor catatan sipil tidak hanya mencatat mengenai status perkawinan tapi juga pembuatan dokumen seperti akta kelahiran, pembatalan perkawinan, dan berkas perceraian. Semuanya membutuhkan beberapa berkas penting seperti yang dibutuhkan dalam pencatatan status perkawinan. Untuk mengurus beberapa keperluan lain yang mengharuskan Anda berurusan dengan kantor catatan sipil akan lebih baik bila Anda memiliki salinan dokumen tersebut.

rbapfothifrslkpqmofu

3. Urus Surat Nikah Agama

Pernikahan yang diakui sah di Indonesia sebelum dicatat di kantor catatan sipil adalah pernikahan yang sudah diakui secara agama. Nah, Anda dan pasangan harus melakukan pemberkatan pernikahan atau akad pernikahan yang diberkati atau disahkan oleh pemuka agama masing-masing. Pemberkatan atau akad nikah ini akan memberikan Anda surat yang harus Anda bawa ketika Anda mendaftarkan pernikahan Anda di kantor catatan sipil.

4. Berkas Asli

Selain Anda harus memiliki berkas foto kopi, Anda juga harus memiliki dan membawa berkas asli yang menjadi syarat dalam mendaftarkan pernikahan Anda. Selain surat nikah yang akan Anda dapatkan dari pemuka agama, berkas asli lain yang harus Anda bawa adalah surat pengantar dari kelurahan dan formulir pencatatan pernikahan serta pas foto suami dan istri berdampingan dengan ukuran 4 x 6 sebanyak lima lembar.

5. Harus Ada Surat Izin

Poin ini khusus bagi Anda atau pasangan yang berprofesi sebagai anggota TNI atau Polri dan pasangan yang usianya belum cukup. Anggota TNI atau Polri harus melampirkan surat izin dari komandan ketika mengajukan pendaftaran pernikahan di kantor catatan sipil. Sedangkan bagi pasangan yang menikah namun usianya belum cukup dewasa secara hukum ada beberapa berkas yang harus dilengkapi seperti:

Surat izin dari orang tua bagi mempelai yang berusia kurang dari 21 tahun

Surat izin dari Pengadilan Negeri bagi mempelai yang berusia kurang dari 21 tahun dan  mendapat persetujuan dari orang tua

Surat izin dari Pengadilan Negeri bila mempelai pria berusia kurang dari 19 tahun dan mempelai wanita berusia kurang dari 16 tahun

6. Perhatikan Batas Waktu Keterlambatan

Sesegera mungkin lakukan pendaftaran pernikahan di kantor catatan sipil setelah Anda dan pasangan resmi dinyatakan sebagai pasangan suami istri. Luput memperhatikan batas waktu keterlambatan laporan dan pendaftaran pernikahan bisa merugikan Anda karena menimbulkan denda pengurusan dan besarnya denda tidak tentu setiap daerah.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan mengenai batas waktu atau keterlambatan pelaporan dan pendaftaran pernikahan yang diatur dalam peraturan daerah mengenai pencatatan pernikahan antara lain :

Pencatatan pernikahan dilakukan paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak tanggal sah pernikahan

Surat pemberkatan pernikahan dari pemuka agama paling lambat dilegalisasi oleh instansi agama itu 60 (enam puluh) hari setelah tanggal sah pernikahan

Pengajuan pendaftaran pencatatan pernikahan dilakukan minimal 10 hari sebelum tanggal pencatatan

7. Lihat Ongkos Pencatatan

Nah ini juga mesti Anda perhatikan meski biaya tak sebesar biaya dalam penyelenggaraan pesta pernikahan. Praktik pemungutan liar alias pungli kerap kali dilakukan bahkan oleh pekerja di birokrasi negara. Maka dari itu Anda perlu mewaspadai praktik ini dan berusaha untuk menghindarkan diri Anda dari praktik ilegal ini. Biaya mendaftarkan pernikahan di catatan sipil untuk setiap daerah berbeda-beda.

Usahakan untuk bertanya ke dinas catatan sipil di daerah Anda untuk mendapatkan informasi pasti dan resmi mengenai biaya pembuatan akta pernikahan yang sesuai dengan peraturan serta mintalah kuitansi atau tanda terima setelah Anda melakukan transaksi.

Beberapa poin di atas merupakan tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kesulitan ketika terjadi keterlambatan pendaftaran pernikahan. Selain karena persoalan denda, kemungkinan masalah lain akan muncul hanya karena Anda terlambat melaporkan pernikahan Anda yang sah.

 

Incoming search terms:

Belum ada Komentar untuk 7 Tips Mendaftarkan Pernikahan di Kantor Catatan Sipil

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait 7 Tips Mendaftarkan Pernikahan di Kantor Catatan Sipil

biro-jasa-abhimata

Pelayanan Administrasi Kependudukan Yang Perlu Anda Ketahui

T 15 February 2016 F A monoanton

Jakarta – Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 menjadi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 26 November 2013 merupakan perubahan yang mendasar di bidang administrasi kependudukan. Tujuan utama perubahan UU dimaksud... Selengkapnya

medium_14akta kelahiran

Target Nasional Akta Kelahiran

T 15 February 2016 F A monoanton

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh menambahkan bahwa target nasional kepemilikan akta kelahiran di kalangan anak, yaitu : 75 % pada tahun 2015, 77,5 % pada tahun 2016, 80 % pada tahun 2017, 82,5 %... Selengkapnya

surat-kependudukan

Mengurus E-KTP DKI Jakarta

T 30 June 2016 F A monoanton

Membuat E-KTP Bagi Warga Jakarta   Halo, saudara-saudara warga DKI Jakarta, bagaimana dengan kartu tanda kependudukan yang anda miliki? Apa sudah berganti menjadi elektronik KTP? Sudah kadaluwarsa? Atau mungkin bagi yang ingin pindah ke Jakarta dan akan mengurus KTP Baru... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.

Tentang Kami :

BIRO JASA ABHIMATA adalah sebuah perusahaan jasa yang resmi telah memiliki izin oprasional kegiatan usaha dari kementerian terkait. Adapun jenis jasa yang kami layani : ada Jasa Resmi Kependudukan, Surat Pindah/Datang Terdaftar Seluruh Indonesia, EKTP, Data Ganda/Bermasalah, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Surat Nikah Resmi/Sirih dan lainnya.

Alamat Kantor :


Gedung Taluson, Lantai 3, PT. Pasando Naga Perkasa. Jalan RP Soeroso (Atas Hero Supermarket) Seberang POM Shell, Menteng Jakarta Pusat.

FAST RESPONSE SERVICE :
Hotline : 021-299-29-225

Hotline Mobile : 081290321068
SMS : 08567029966
Whatsapp : 08567029966
Email:
birojasadokumenresmi@gmail.com

Pengunjung Kami :

  • 135Reads today:
  • 169734Total visitors:
  • 112Visitors today:
  • 1272Visitors per month:
  • 138Visitors per day: